Setahun
lenyap kata
hampa ruang
datang tanya
mungkinkah karena bahagia?
Jakarta, Juni 2006
Tak Lain
hanya Engkau
pembunuh gelap tak nyaman
yang menghimpit ini
Karet, Mei 2005
Nanti
pada mimpi, tak bisa kita berhenti
biarkan kaki mengejar
tanpa peduli dimana berhenti
kau bertanya, dari mana semangat ini
aku bilang, tunggu
kau akan tahu nanti
sekarang, biar aku simpan kata-kata ini
Velbak, April 2005
Posesif
adakah sebuah dunia
barang satu bilik saja
yang membuat aku begitu mampu
mengekang-Mu
mengiba peduli Kau sudi
menerima cinta tak berbagi ini
Kau,
seharusnya tak kubiarkan pergi
meninggalkan kemarau panjang
dan mencengkeram ini
Velbak, Januari 2005
Ujung Merundung
Kau Satu,
mengapa
Engkau
mencintaiku
dengan cara
seperti ini?
Karet, Januari 2005
Selesai?
sudah,
biar lenyap aku hidup
mungkin sunyi memberi terang
membuang mustahil
juga tak harap selama
apa yang bisa perbuat
cuma diam kembali sepi
tapi ada bunga
sisa musim belum usai
semerbak
ilusi bahagia
kau datang lagi?
duhai, tolol nan abadi
mau kau hapus tanda titik
pada akhir cerita ini
Karet, Januari 2005
Untuk Aceh
satu bait puisi
semoga bisa mengganti:
wajah-wajah bayi yang tidak bernyawa lagi
sanak keluarga yang hilang tanpa permisi
kota yang tenggelam meninggalkan sepi
harta yang musnah tak tertinggal lagi
juga sepenggal peduli
Velbak, Desember 2004