Kalah Lagi
ini dunia tunggang langgang
dengan waktu yang terus menggulung
yang membuatku kewalahan mengikutinya
seperti hidup, yang terpampang
pada selembar kabar
pada sesayup bisikan
cerita keriangan, dan bahagia
lalu aku berpikir
mengukur hidup dengan setengah mata gelap
dan cemburu
hidupku, jauh dari semua itu
tapi aku masih berjalan
mampu
Karet, Juli 2004
Tuesday, July 13, 2004
Monday, May 31, 2004
Wednesday, March 17, 2004
Sisa Semalam
sepi menjebakku malam itu
begitu kuasa melumat
hingga tak sejengkalpun aku bisa mengelak
maka aku berlindung dalam pelukanmu
membenamkan wajahku
kemudian datang bimbang darimu:
tak malukah kau
ada nama suci di balik wajahmu
aku diam
menimbun wajah dengan pipimu
bersembunyi,
dari malaikat yang mengintip dari balik punggung
dengan sebuah buku kecil di tangan
lembaran catatan tentangku
lalu satu kecupan
setelah itu malu
Karet, Maret 2004
sepi menjebakku malam itu
begitu kuasa melumat
hingga tak sejengkalpun aku bisa mengelak
maka aku berlindung dalam pelukanmu
membenamkan wajahku
kemudian datang bimbang darimu:
tak malukah kau
ada nama suci di balik wajahmu
aku diam
menimbun wajah dengan pipimu
bersembunyi,
dari malaikat yang mengintip dari balik punggung
dengan sebuah buku kecil di tangan
lembaran catatan tentangku
lalu satu kecupan
setelah itu malu
Karet, Maret 2004
Wednesday, March 10, 2004
Saturday, March 06, 2004
Wednesday, February 25, 2004
Bintang Satu
aku punya satu bintang
tapi awan terlalu kejam belakangan ini
harusnya aku memetiknya kemarin
aku simpan, lalu aku pajang di atap kamar
awan tak bakal ke kamarku
karena aku adalah penguasa di kamarku
Bintang Dua
aku bertemu bintangku
kebetulan awan sudi bersahabat malam ini
aku petik satu buatmu
sebagai ganti gagal janji
jadikannya hiasan, di doa tahun barumu nanti
Bintang Tiga
kau pasti sudah terlelap malam ini
maka, biar aku selipkan sepenggal doa ini
lewat celah pintu kamarmu
semoga indah mimpimu
dan bertabur bintangku
Karet, Februari 2004
aku punya satu bintang
tapi awan terlalu kejam belakangan ini
harusnya aku memetiknya kemarin
aku simpan, lalu aku pajang di atap kamar
awan tak bakal ke kamarku
karena aku adalah penguasa di kamarku
Bintang Dua
aku bertemu bintangku
kebetulan awan sudi bersahabat malam ini
aku petik satu buatmu
sebagai ganti gagal janji
jadikannya hiasan, di doa tahun barumu nanti
Bintang Tiga
kau pasti sudah terlelap malam ini
maka, biar aku selipkan sepenggal doa ini
lewat celah pintu kamarmu
semoga indah mimpimu
dan bertabur bintangku
Karet, Februari 2004
Tuesday, February 03, 2004
Catatan Harian Seorang Wartawan
dari rumah ke kantor, dua ribu rupiah
dari kantor ke balai kota, dua ribu rupiah
dari balai kota ke tanah abang, seribu rupiah
dari tanah abang ke balai kota, seribu rupiah
dari balai kota ke kantor, dua ribu rupiah
dari kantor ke rumah, dua ribu rupiah
ingat, jangan pakai taksi!
tidak bakal diganti
Velbak, Februari 2004
dari rumah ke kantor, dua ribu rupiah
dari kantor ke balai kota, dua ribu rupiah
dari balai kota ke tanah abang, seribu rupiah
dari tanah abang ke balai kota, seribu rupiah
dari balai kota ke kantor, dua ribu rupiah
dari kantor ke rumah, dua ribu rupiah
ingat, jangan pakai taksi!
tidak bakal diganti
Velbak, Februari 2004
Monday, January 26, 2004
Wednesday, December 31, 2003
Ersa
mungkin kini, doa-doa beterbangan menembus pintu surga
menambal dua lubang peluru, yang membuat kau berpisah dari kami
selanjutnya adalah perang kata-kata
dan peluru masih mengejar nyawa
lalu melupakan angka
ini bukan sisa nyawa terakhir
maka, aku menguburmu dengan dua kata:
hentikan perang!
Velbak, Desember 2003
mungkin kini, doa-doa beterbangan menembus pintu surga
menambal dua lubang peluru, yang membuat kau berpisah dari kami
selanjutnya adalah perang kata-kata
dan peluru masih mengejar nyawa
lalu melupakan angka
ini bukan sisa nyawa terakhir
maka, aku menguburmu dengan dua kata:
hentikan perang!
Velbak, Desember 2003
Sunday, December 14, 2003
Wednesday, December 10, 2003
Thursday, December 04, 2003
Cukup
sebuah kata tanya menjadi penting bagiku
karena aku butuh
darinya, aku tahu jiwaku ada di benakmu
lalu aku menyimpannya sebagai mimpi
tapi aku tak menemukan kata tanya itu padamu
maka, aku meninggalkan jejak langkah ini
bersama rindu puji yang pula aku simpan
saat bulan menjadi teman berjalan
lalu, aku berkata, tidak!
tidak lagi!
dan aku berjalan
jauh, membiarkan angin meniup bekasku
juga sebuah bangku kosong di sebelahmu
aku mencari kata tanya itu
masih
aku pergi
Karet, November 2003
sebuah kata tanya menjadi penting bagiku
karena aku butuh
darinya, aku tahu jiwaku ada di benakmu
lalu aku menyimpannya sebagai mimpi
tapi aku tak menemukan kata tanya itu padamu
maka, aku meninggalkan jejak langkah ini
bersama rindu puji yang pula aku simpan
saat bulan menjadi teman berjalan
lalu, aku berkata, tidak!
tidak lagi!
dan aku berjalan
jauh, membiarkan angin meniup bekasku
juga sebuah bangku kosong di sebelahmu
aku mencari kata tanya itu
masih
aku pergi
Karet, November 2003
Monday, December 01, 2003
Saturday, November 29, 2003
Wednesday, October 29, 2003
Wednesday, October 22, 2003
Sunday, October 19, 2003
Kabar dari Angin
tiba-tiba angin datang kepadaku
dan berbisik,
namamu tidak pernah terlintas di kepalanya
tak pernah sejenak pun dia merenungkanmu
berhentilah berpikir tentangnya
lupakan!
apakah kau tidak pernah mendengarkanku
ketika kukirim aroma acuh ini beribu kali
tataplah langit, aku juga menitip pesan pada bintang
dan dia setia berkedip untukmu
atau kau pandangi hijau tetumbuhan
aku mengirim isyarat lewat lambaian daunnya
berhentilah!
aku tidak tega mendengar mereka menertawakanmu
kau badut bagi mereka
kaulah ledekan di tiap malam ocehan mereka
karena untaian mimpi yang kau kirim padanya
tidakkah kau percaya padaku
akulah angin
yang membawa nelayan menuju laut lepas
dan membawanya kembali ke pantai
akulah angin
yang menebar takut pada penduduk pantai
karena aku hebat menghempaskan mereka
tidakkah kau percaya.
...
tapi aku diam
aku ingin tidak peduli pada angin
karena aku ingin kau membantahnya
karena kau pernah mengaku, ada aku di benakmu
aku ingin kau tunjukkan padaku
bahwa angin bisa berbohong
karena aku ingat satu hal
angin tidak pernah berbohong padaku
sekalipun
Karet, Oktober 2003
tiba-tiba angin datang kepadaku
dan berbisik,
namamu tidak pernah terlintas di kepalanya
tak pernah sejenak pun dia merenungkanmu
berhentilah berpikir tentangnya
lupakan!
apakah kau tidak pernah mendengarkanku
ketika kukirim aroma acuh ini beribu kali
tataplah langit, aku juga menitip pesan pada bintang
dan dia setia berkedip untukmu
atau kau pandangi hijau tetumbuhan
aku mengirim isyarat lewat lambaian daunnya
berhentilah!
aku tidak tega mendengar mereka menertawakanmu
kau badut bagi mereka
kaulah ledekan di tiap malam ocehan mereka
karena untaian mimpi yang kau kirim padanya
tidakkah kau percaya padaku
akulah angin
yang membawa nelayan menuju laut lepas
dan membawanya kembali ke pantai
akulah angin
yang menebar takut pada penduduk pantai
karena aku hebat menghempaskan mereka
tidakkah kau percaya.
...
tapi aku diam
aku ingin tidak peduli pada angin
karena aku ingin kau membantahnya
karena kau pernah mengaku, ada aku di benakmu
aku ingin kau tunjukkan padaku
bahwa angin bisa berbohong
karena aku ingat satu hal
angin tidak pernah berbohong padaku
sekalipun
Karet, Oktober 2003
Sunday, October 12, 2003
Peduli Itu
: buat D
peduli itu ada disini
dia datang dari bukan siapa-siapa
seorang asing
karena kau menggenggam erat milikmu
kukuh
"aku di jalanku. ini aku!" teriakmu
lalu kau biarkan peduli itu terbawa angin
tapi kau meratap butuh
kau kehilangannya di kosong jiwamu
"tapi aku mau di jalanku. ini aku!"
teriakanmu berangsur lirih
kini, peduli itu ada disini
dia meminta dua hal darimu
berinti satu, kembalilah ke hatimu
tapi dia datang dari bukan siapa-siapa
seorang asing
Karet, 16 Oktober 2003
: buat D
peduli itu ada disini
dia datang dari bukan siapa-siapa
seorang asing
karena kau menggenggam erat milikmu
kukuh
"aku di jalanku. ini aku!" teriakmu
lalu kau biarkan peduli itu terbawa angin
tapi kau meratap butuh
kau kehilangannya di kosong jiwamu
"tapi aku mau di jalanku. ini aku!"
teriakanmu berangsur lirih
kini, peduli itu ada disini
dia meminta dua hal darimu
berinti satu, kembalilah ke hatimu
tapi dia datang dari bukan siapa-siapa
seorang asing
Karet, 16 Oktober 2003
Subscribe to:
Posts (Atom)